Akibat Bencana Banjir, Dinas Pendidikan Rugi 26 Miliar
Selain menggenangi puluhan ribu hektar arel pertanian dan rumah penduduk, bencana banjir yang melanda Bojonegoro di penghujung tahun 2007 lalu itu juga merendam ribuan sekolah di Bumi Angling Dharma. rata-rata sekolah itu terletak di daerah pinggiran Sungai Bengawan Solo. Akibatnya proses belajar mengajar di sekolah-sekolah itu dihentikan sementara. Ribuan siswa terpaksa diliburkan sampai sekitar dua minggu.
Dari catatan di Dinas Pendidikan Bojo-negoro, musibah terbesar dalam sejarah di Bojonegoro ini telah mengakibatkan keru-gian di dunia pendidikan sangat besar sekali yakni mencapai Rp. 26 milyar. Kerugian itu berupa kerusakan bangunan, alat kantor, alat praktek, laboratorium, buku-buku per-pustakaan, dan mebeler.
Kerusakan itu terjadi mulai dari sekolah TK hingga SMA. Rinciannya, di tingkat TK/SD yang rusak ringan sebanyak 345 ruang, sedang 427 ruang, dan rusak berat seba-nyak 367 ruang. Sedangkan tingkat SMP/SMK 17 sekolah di 14 kecamatan juga me-ngalami kerusakan ringan.
“Yang terparah di tingkat SMP adalah SMP N 1 Kanor. Sedangkan untuk sekolah TK/SD ada satu TK dan SD di Kecamatan Kanor yang kondisinya sangat parah sekali. Dua sekolah itu roboh terseret arus air. Un-tuk total keruskan berat di taksir mencapai Rp. 2, 796 milyar,” kata Zainuddin tanpa mau menyebut sekolah dua sekolah yang roboh itu.
Pria asli Bali ini menjelaskan, untuk mem-perbaiki kerusakan disekolah-sekolah akibat banjir itu, Dinas Pendidikan telah melakukan berbagai upaya. Diantaranya melakukan pendataan, mengajukan usulan bantuan perbaikan ke pemprop Jatim dan peme-rintah pusat, dan menghimpun dana untuk perbaikan.
Namun, hanya saja ia belum bisa me-mastikan kapan bantuan itu akan turun un-tuk segera melakukan perbaikan. Menu-rutnya, usulan-usulan yang di ajukan Dinas Pendidikan ke Pemprop Jatim dan Pusat itu semuanya akan disetujui. Sebab, untuk tahun ini, akibat bencana banjir tersebut, tidak hanya lembaga pendidikan di Kabu-paten Bojonegoro yang alami kerusakan. Melainkan sekolah-sekolah di Kabupaten di Wilayah Jatim juga mengalami hal yang sama.
“Yang kita utamakan adalah sekolah-sekolah yang kondisinya rusak parah dan roboh. Mudah-mudahan saja bantuan itu segera turun sehingga kita bisa segera melakukan perbaikan. Apalagi APBD sini juga belum di sahkan,” terangnya. (wi)