Melihat Kesiapan Persibo Bojonegoro di Divisi Utama
“Persipan Belum di Lakukan Karena Anggaran Belum Turun”
Persiapan merupakan salah satu factor penentu kesuksesan dalam sebuah kompetisi. Hanya dengan sisa waktu tiga bulan ini mampukan Persibo Bojonegoro membentuk tim tangguh untuk melakoni sengitnya persaingan di Divisi Utama ?
Genderang Divisi Utama 2008 sebentar lagi bakal ditabuh. Kompetisi sepak bola ber-gengsi ditanah air itu akan digulirkan tiga bulan lagi (April). Namun pe-ngurus Persibo Bojonegoro belum juga me-lakukan per-siapan untuk skuad timnya maupun kela-yakan stadion. Buktinya, sampai akhir januari ini, pengurus belum juga melakukan seleksi mau-pun pembe-lian pemain untuk melakoni sengitnya per-saingan di kompetisi Divisi Utama nanti. Menurut Asisten Manajer bidang Ke-uangan Persibo Bojonegoro Abdul Mun’im, belum dilakukan persiapan itu dikarenakan anggaran Persibo yang bersumber dari APBD Bojonegoro hingga saat ini belum cair. Sehingga dengan kondisi tersebut pengu-rus maupun manajemen tim berjuluk laskar Angling Dharma ini belum berani untuk menyeleksi maupun belanja pemain. “Kita belum bisa mengambil lang-kah, karena belum ada kepastian berapa dana untuk Persibo di Divisi utama ini,” kata Abdul Mun’im, ketika di hubungi Warta Bojonegoro, melalui ponselnya. Dijelaskan, sesuai pe-ngajuannya dalam APBD 2008 ini, manajemen Persi-bo telah mengajukan anggaran sebesar Rp. 17, 7 milyar. Namun, kata dia, usulan tersebut dikepras oleh panitian anggaran menjadi Rp. 11 milyar. “Mudah-mudahan di PAK nanti kita juga dapat,” harapnya. Ia menilai, bahwa anggaran yang disetujui oleh panitia anggaran sebesar Rp. 11 milyar itu masih sangat kurang untuk kebutuhan tim di Divisi Utama. Sebab, dana sebasr itu tidak hanya melakoni divisi utama saja, melainkan juga untuk perbaikan satdion, pembinaan club, dan mengikuti kompetisi lain seperti Piala Gubernur. “Apalagi jika pelaksanaan Kompetisi Divisi Utama nanti sampai molor seperti tahun ini. Pastinya jumlah kebu-tuhan akan juga mem-bengkak,” terang Mun’im. Pria berkacamata ini menegaskan, meski belum melakukan persiapan lantaran ang-garan belum turun, tidak akan berpengaruh pada pembentukan tim yang baru nanti. Sebab, sebelumnya pihak manajemen telah mempunyai pandangan terkait siapa saja pemain yang akan di butuhkan untuk mem-perkuat Persibo Bojonegoro di Kompetisi Divisi Utama. “Kalau reng-rengan namanya jauh hari kita sudah siapkan. Tapi hanya saja kita be-lum berani melakukan kontrak dengan me-reka. Ya hanya hanya sebatas komunikasi saja, karena kita masih menunggu ang-garan,” terangnya. Bagaimana dengan nasib Pemain Persibo saat ini?menurut Mun’im, pengurus belum bisa menentukan nasib para pemian local apakah akan kontrak lagi atau tidak. Se-dangkan untuk pemain asing, ia sudah bera-ni memastikan akan tetap mempertahankan satu pemain asing yakni Varney Pasbokay, asal Liberia. “Apalagi kita juga belum tahu keputusan PSSI terkait boleh menggunakan berapa pemain asing. Insyaallah akhir Pebruari kita sudah melakukan seleksi pemain,” tegasnya. Sementara itu, disinggung terkait pela-tih, ia mengungkapkan, kemungkinan besar manajemen Persibo masih akan memperta-hankan pelatih lama yakni Gusnul Yakin. Meski begitu, manajemen belum melakukan kontrak resmi dengan pelatih yang pernah mengahantarkan Persipura ke Divisi Utama itu. “Kalau negoisasi sudah tapi belum ada dititik temu tentang kesepakatan harga. Dan, kita tidak terpaku pada dia saja (Gusnul Yakin). Sebab jika nantinya harganya tidak cocok kita sudah mempunyai pandangan pelatih lain,” ungkapnya.
Stadion Masih Belum Layak?
Belum cairnya anggaran dari Pemerintah Kabupaten tidak hanya membuat menaje-men belum bisa melakukan persiapan untuk kebutuhan tim, melainkan kebutuhan per-baikan stadion belum juga bisa dilaksanakan. Padahal masih ada beberapa standart mini-mal yang harus perbaiki dan dilengkapi Persi-bo Bojonegoro untuk dapat menjadi tuan rumah Divisi Utama nanti.
Persayaratan yang perlu perbaikan ter-sebut antara lain pagar dalam satdion, ruang ganti pemain, ruang jumpa pers, kamar mandi (harus ada shower)), dan rumput stadion. Perbaikan dan penambahan fasilitas stadion itu diperkirakan membutuhkan ang-garan Rp. 2,5 milyar.
“Tanpa ada anggaran mana mungkin kita bisa melakukan perbaikan dan penam-bahan fasilitas yang kurang ini,” tandas Mun’im. (wi)