Serba-Serbi

Dalam Dialog Komisi IV DPRRI Dengan LMDH
“Masyarakat Inginkan Bantuan Ternak Bergulir”
Komisi IV DPRD RI berkenan melaku-kan kunjungan kerja di wilayah Perhutani KPH Bojonegoro. Rombongan yang dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD RI Mindo Sinanipar itu menyempatkan diri mampir di LMDH Wono Lestari BKPH Pradok. Ikut mendampingi Ketua Komisi IV, Kepala Perum Perhutani Unit II Jatim Ir. Tedjo Rumekso, MM, Kepala Biro Hukamas Unit II Jatim Ir. H. Nurhadi Siswoyo MBA.

Selain itu, Kepala Biro Pembinaan KSDH Perhutani Unit II Jatim Ir. Dwiono Raharjo, Adm KPH Parengan Ir. Kristanto, dan Adm. Bojonegoro Ir. Harmono, beserta segenap wakil dan jajarannya. Acara yang berlansung kurang lebih 30 menit digunakan rombongan Komisi IV DPRI untuk berdialog langsung dengan masyara-kat desa hutan. Dalam dialog tersebut, Ke-tua LMDH Wono Lestari, Zarkasi, menyata-kan, bahwa saat ini masyarakat mengharap-kan adanya perhatian khusus dari peme-rintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang tinggal di-pinggiran hutan.
Sebab, menurutnya, untuk menunggu bagi hasil dengan Perhutani masyarakat de-sa hutan membutuhkan waktu yang cukup lama. Lebih-lebih budidaya porang baru sekitar 1 tahun. Padahal, untuk menam hingga menikmati hasilnya membutuhkan waktu 3 tahun. “Karena itu kami mengha-rapkan agar pemerintah dapat memberikan bantuan ternak bergulir berupa sapi atau kambing sebagai tambahan penghasilan.,” harap Zarkasi.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI Mindo Sinanipar, mene-gaskan, bahwa pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) plus yang bertujuan melsetarikan hutan dan mensejahterakan masyarakat bisa terwujud jika factor utama yang diprioritaskan adalah kesejateraan masyarakat menuju LMDH mandiri.
“Saya akan membawa usulan ini dalam rapat di DPR nanti agar dapat dicarikan solusinya,” janji Mindo Sinanipar. Dalam dialog itu, Mindo Sinanipar juga sempat mengingatkan tentang pemanasan global yang perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Sebab, dengan kondisi itu cuaca akan menjadi tidak me-nentu dan bisa akan menimbulkan berbagai bencana alam seperti angin puyuh, banjir, dan tanah longsor. “Hal ini menjadi peri-ngatan kita bersama agar berintropeksi diri dalam menjaga lingkungan dan melestarikan hutan,” pesannya.
Sementara itu, masih ditempat yang sama, salah satu anggota Komisi IV DPR RI Dra. Sri Harini menyarankan, selain berbu-didaya porang, diharapkan agar masyarakat desa hutan memanfaatkan lahan disamawh tegakan dengan tanaman yang cocok se-perti, garut, genyong. Selain itu, juga perlu dibrikan pelatihan keterampilan bagi masyarakat desa hutan sebagai tambahan keahlian dalam bekerja selain mengerjakan PHT.
“Sehingga dengan begitu masyarakat akan sejahtera dan hutanpun akan lestari,” tegas Sri Harini, optimis. (Mbang)

MoU Perhutani dan Kepolisian Berhasil Amankan Hutan
Perum Perhutani telah melakukan ke-sepakatan kerjasama dengan Kepolisian Re-publik Indonesia (RI) dalam pengamanan hutan. MoU Nopol 13/2956/XI/2005 dan PHT : 793/KPTS/Dir/2005 tersebut ditan-datangi oleh kedua belah pihak yakni Inpek-tur Jendral Polisi Drs. Didi Widayadi, MBA, Deputi Kapolri Bidang Operasi dan Direktur Utama Perum Perhutani DR. Ir. Trantoto Handadari, M. SE.

Menurut Adm. Perhutani KPH Bojone-goro Harmono, dengan kesepakatan bersa-ma tersebut diharapkan dapat meningkat-kan koordinasi dan kerja sama antara polisi dan perhutani dalam rangka pengamanan hutan, termasuk kawasan hutan serta hasil-nya di wilayah kerja perhutani agar terwu-judnya seluruh kebijakan pemerintah dibi-dang kehutanan, dan meningkatkan ke-mampuan pengetahuan teknis aparat pe-ngamanan hutan.
“Dengan adanya kesepakatan ini dapat menjadi pedoman perhutani selaku penge-lola hutan dan polisi sebagai mitra kerja kita dalam rangka pengamanan hutan, termasuk kawasan hutan serta hasilnya,” tegas Har-mono.
Untuk menerapkan MoU tersebut, lan-jutnya, kesepakatan itu kemudian di sosia-lisasikan keseluruh jajaran perhutani dan ke-polisian. Seperti sosialisasi yang dilaksanakan KPH Madiun (5/12) dan di Bojonegoro (6/12) 2007 lalu. Sosialisasi yang berlangsung di KPH Bojonegoro dihadiri oleh ke dua belah pihak yakni kepolisian dan perhutani. Tujuan sosialisasi adalah untuk menyamakan persepsi antara kedua belah pihak. Hasilnya, kata Harmono, kerjasama yang telah berjalan selama tiga tahun itu telah menunjukkan keberhasilan yang memuaskan seperti Ope-rasi Wana Lestari (OWL) Tahun 2005, Ope-rasi Hutan Lestari (OHL) tahun 2006, Opera-si Hutan Jati Lestari (OHJL) Tahun 207, yang semuanya itu sebagai acuan rencana tindak lanjut dalam pengamanan hutan.
“Saya harapkan kerjasama yang selama ini berjalan dapat memotifasi dalam mensuk-seskan Perhutani Hijau 2010 nanti,” harap Harmono. Seperti diketahui sosialisasi yang ber-langsung di Bojonegoro beberapa waktu lalu itu dihadiri ke dua belah yakni pihak Ke-polisian dan Perhutani. Dari pihak kepolisian yang hadir adalah Brigjen Pol. JJ. Sitompul, Smik, Karo Bin Polsus Mabes Polri. Kombes Pol. Drs. Dany Sudjoko, Kabag bin Polsus Mabes Polri. AKBP. Drs. Akhmad Riva’I, Ka-subag Koerlin Mabes Polri Pangda Sarman, Bin Min Polda Jatim. Kompol Budiarto, Ksubag Polsus Polda Jatim Drs. H. Bambang Soeryowardjoko, MM, Kapolwil Bojonegoro beserta jajarannya Kapolres Bojonegoro AKBP. Achmad Nurdin, (sebelum diganti) Wakapolres Tuban Heru Purnomo SH, Ka-polres Lamongan Drs. Benyamin, Waka-polres Mojokerto Deden S. Imhar, serta Kabag Ops, Kasubag reskrim, Pabin, Kasat Reskrim, se wilayah Bojonegoro.
Sedangkan dari Perhutani yang meng-ikuti sosialisasi itu adalah Ir. Audy Arthur, PMF Asdir Hukamas Karo Hukamas, Ir. Suripto Karo Humas Direksi, Ir. Lody Kasi UPH Direksi, Ir. Zuhri Munawar Kasi Bin Aspar, Ir. Nur Hadi Siswoyo, MBA Karo Humas Unit II jatim, Ir. Haris Suseno, MM, Kasi Kemanan Unit II, Siti Rochani, SH, Cn, Kasi Hugara Unit II. Selain itu, Adm. Bojo-negoro Ir. Harmono, MM, Adm. Parengan Ir. Kristanto, Adm. Tuban Ir. Adi Buana, Adm. Padangan Ir. Arif Hidayat, Adm. Jatirogo Ir. Lukman Hakim, Adm. Mojokerto Ir. Robert PE, serta wakil-wakilnya. (Mbang)

Atas